Do not try to hack anything on this website if you do not want your computer exposed to ransomeware virus | www.prediksidewa33.blogspot.com | www.jackpot303.blogspot.com

AnonyMous

Who is Anonymous? We drive on the freeway next to you. We fly from one country to another. We are everywhere.

AnonyMous

When we all have access to information, we are strong. When we are strong, we still have the power to do the impossible.

AnonyMous

We do the things we do for the people, not for our own interests like a fame.

AnonyMous

The world government can not keep pressing Anonymous forever, because their numbers are growing every day.

AnonyMous

We Anonymous believe, out there are still many people who are fighting for justice and freedom.

Thursday, May 17, 2018

Mengapa Film Marvel Lebih Sukses Ketimbang DC?




Film Marvel memang sering dinanti-nantikan oleh mayoritas kalangan masyarakat. Bulan April lalu, telah dirilis mahakarya film Marvel Infinity War yang membuat heboh dunia, bukan hanya para marvelers dan pecinta film doang lho ya, tapi dunia.

Lalu, bagaimana dengan DC? DC tahun lalu sempat merilis film Justice League nya yang terkumpul beberapa superheroes seperti Superman, Batman, Wonder Woman, The Flash. Tapi mengapa film itu tidak begitu sukses dibanding Infinity War-nya Marvel? Bahkan jika dibandingkan dengan Infinity War jauh sekali perbandingannya dengan Justice League.

Ratingnya film Justice League pun bahkan dibawah rata-rata film Marvel lainnya, lalu mengapa? Apa penyebabnya? Toh Marvel dan DC sama-sama merupakan platform superheroes di dunia yang sama-sama sukses lewat komiknya dan terkenal, tapi mengapa DC seperti tertinggal jauh? Padahal ekspektasi persaingan antara keduanya seperti El-Classico, tapi mengapa persaingan ini serasa didominasi oleh Marvel dan DC seperti tertinggal jauh.

Start Lebih Awal

Mengapa Film Marvel Lebih Sukses Ketimbang DC?


Marvel memulai debutnya pada tahun 2008 saat merilis film Iron-Man. Film itu sendiripun adalah debut film bagi Marvel Cinematic Universe sendiri. Sedangkan DC baru memulai debutnya di film Man of Steel pada tahun 2013 yang disutradarai oleh Zack Snyder.

Karena Marvel memulai debutnya duluan dan berhasil menguasai pasar duluan, otomatis film Marvel lebih banyak dibandingkan DC, dan hal itu pula yang menyebabkan Marvel lebih dikenal oleh orang-orang awam. Berbeda dengan DC yang sekarang terhitung masih baru dan hanya memproduksi 4 buah film, yaitu Man of Steel, Batman v Superman, Wonder Woman dan Justice League (Aquaman belum masuk hitungan karena belum rilis).

Sedangkan Marvel telah memproduksi sekitar 18 Film dan terbilang sukses.



Pengembangan Karakter

Mengapa Film Marvel Lebih Sukses Ketimbang DC?




Nah di poin kedua ini, lagi-lagi Marvel lebih unggul dibandingkan DC. Jujur, ane sangat salut sekali kepada Marvel karena berhasil memilih sutradara yang tepat untuk mengembangkan karakter.

Kita bisa lihat di beberapa film Marvel, walaupun karakternya hanya muncul sesaat (baru muncul di film itu dan mati juga di film itu) tapi Marvel berhasil ngebuat karakter itu memorable di hati kita,
sebagai contoh karakter Dark Elves di Thor II, atau karakter Ultron di Avengers : Age of Ultron, ada juga karakter Howard Stark, bapaknya Stark yang hanya muncul di Captain America : First Avengers,

tapi pengembangan karakternya dapet banget, kita bisa tahu asal-usul mereka seperti apa,
sosok seperti apa mereka, karakternya seperti apa, dan yang terbaru film Infinity War dengan pengembangan karakter sosok Thanos pun bisa kita akui betapa suksesnya pihak Marvel dalam mengembangkan karakter, dari mulai asal-usul Thanos, ide nya Thanos, bahkan isi hati terdalamnya Thanos pun bisa kita lihat di film itu. Berbeda dengan pihak DC yang sangat bertele-tele dalam mengembangkan karakter, jujur sih ane juga agak sedih ngeliatnya sebagai seorang fanboy Batman.

Sosok Jendral Zod yang berpotensi menjadi villain terbaik layaknya Thanos tidak dimanfaatkan oleh pihak DC dan mati sia-sia, padahal dia salah satu karakter yang unik dan idealisme seperti Thanos, dengan konsep villain is a heroes dengan slogannya "Membunuh miliaran umat demi menyelamatkan miliaran umat lainnya" nampaknya tidak dimanfaatkan baik oleh DC, karakternya tidak memorable dan sia-sia.

Kemudian di BvS, karakter Jendral Zod yang dihidupkan kembali menjadi Doomsday juga lagi-lagi tidak dimanfaatkan dengan baik, Doomsday itu di komiknya merupakan salah satu villain terkuat yang bahkan bisa membunuh Superman hanya dengan berduel, tapi lagi-lagi, Doomsday hanya mati sia-sia di film itu dan kurangnya pengembangan karakter menjadi salah satu masalah bagi DC.


Beberapa Aktor Terlihat Kurang Tepat






Yap, ada yang ingin protes dengan poin ini? Well, Robert Downey Jr telah sukses memerankan Iron Man nya bahkan ada kutipan "Stark is Downey, Downey is Stark" karena saking suksesnya dia memerankan karakter Stark dalam film Ironman dan Avengers.

Chris Evans pun juga telah sukses memerankan Captain America yang kharismatik, bahkan bisa dibilang, hampir semua cast yang dilakukan Marvel sempurna, sampai ke sosok villain seperti Killmonger dan Thanos yang sekarang jadi idola pun tidak luput dari penampilan apik dari sang aktor sendiri.

 Lalu bagaimana dengan DC? Gal Gadot sukses memerankan Wonder Woman nya, Henry Cavill cocok dengan Superman nya, Ben Affleck gahar dengan Batman-nya, tapi hanya ketiga pemeran itulah yang terlihat cocok oleh peran-nya masing-masing, sisanya? Jason Momoa dinilai gagal memerankan sosok Aquaman yang berkharisma dan berjiwa pemimpin, malah lebih terlihat seperti sosok pemberontak dibandingkan penguasa lautan.

Ray Fisher dengan Cyborgnya terlihat kurang "wah" dengan karakter Cyborg yang jenius. Ezra Miller terkesan seperti pelawak dibandingkan seorang superheroes, memang sih DC pengen ngebuat karakter The Flash ceria dan humoris layaknya karakter Spider-Man di Marvel, tapi yang ada malah terkesannya seperti pelawak, bukan Superhero.

Mungkin aktor seperti Charlie Hunnam cocok memerankan Aquaman, mungkin juga beberapa aktor lainnya bisa menggantikan posisi aktor yang kurang tepan memerankan karakter tersebut, seperti The Flash yang mungkin bisa cocok dengan Tom Felton, ataupun Cyborg dengan aktor kulit hitam lainnya.


Suprise!!!

Mengapa Film Marvel Lebih Sukses Ketimbang DC?



Suprise!!! Apa sih maksudnya? Gini, Apa dari kalian pernah ada yang berteori dan berspekulasi dengan pedenya kalo karakter-karakter di Avengers Infinity War seperti Stark, Thor bakal mati di film itu karena melihat trailernya?emoticon-Ngakak (S) kalo ya berarti anda tertipu, logikanya gini deh, mana mungkin pihak MCEU ngegamblangin secara terang-terangan kematian karakter pentingnya di trailer? Itu strategi marketing, dari awal udah banyak yang bilang "Tony mati, serius,

nih ane punya teori blablabla" didalam hati ane mah yakali digamblangin secara jelas di trailernya, biasanya karakter yang digambarin mati di trailernya malah nanti ujung-ujungnya selamat, yap, itu berdasarkan pengalaman ane ketika nonton film dan trailernya, itu sebuah strategi marketing biar kita penasaran. Marvel lagi-lagi bukan hanya membuat kejutan di bagian itu saja, hampir semua bagian di Infinity War merupakan kejutan besar yang jauh berbeda dari trailernya. Dugaan ane, mungkin Marvel tahu para penggemarnya berteori tentang itu dan mereka gak mau teori fansnya itu benar,

kenapa mereka gak mau fansnya berteori benar? Simple, biar fansnya makin penasaran apa kelanjutan ceritanya yang unpredictable. Berbeda dengan DC yang pasca Batman v Superman tayang, muncul berbagai teori bahwa Superman akan hidup lagi, dan benar saja, Superman sang Man of Steel hidup lagi, tidak ada kejutan, dan tidak ada rasa penasaran.
Dari trailernya Superman nampak tidak terlihat, dan disitu ane sudah "positif" bahwa Superman pasti dihidupkan kembali karena gak ada di trailernya (kebalikannya sama Marvel diatas) jujur, ane lebih berharap saat fans berteori tentang itu, pihak DCEU mengubah alur cerita dan menunda waktu kebangkitan Superman agar ada rasa penasaran dan kejutannya gitu.

Marvel Fokus ke Karakter, DC Fokus ke Kekuatan

Mengapa Film Marvel Lebih Sukses Ketimbang DC?

Nah, poin terakhir yang ngebuat Marvel lebih unggul dibanding DC yaitu fokusnya Marvel terhadap karakter.
Yap, Marvel lebih fokus terhadap penggarapan karakter, sedangkan DC lebih fokus terhadap kekuatan. Marvel berusaha mengeksplorasi sifat-sifat dan karakter dari tiap tokoh yang ada, sedangkan DC fokusnya terhadap kekuatan, hal inilah yang membuat beberapa masyarakat dan penonton lebih bersimpati terhadap Marvel dibanding DC. Langkah yang harus diambil DC selanjutnya adalah fokus terhadap karakter dari tiap tokoh, seperti contoh Superman, di film Man of Steel ane berharap cerita Kal-El alias Superman digambarkan dengan epic, tapi nyatanya? Masa kecil Kal-El di skip begitu saja, juga sifat Kal-El yang tidak terlalu melekat di ingatan kita.

Jika kita melihat Tony Stark ataupun Thor, kita akan mengingat apa? Karakternya, yang arogan tapi bijak, cerdas, sama-sama berjiwa pemimpin.

Tapi kalo kita melihat Superman dan Wonder Woman misalkan, apa yang ada di pikiran kita? Kekuatan super, laser, kuat, metahuman, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan DC lebih terfokus terhadap kekuatan para tokoh yang malah membuat sebagian masyarakat tidak bersimpati terhadap filmnya.


Wednesday, May 16, 2018

Pertemuan dengan Kim Jong-un Terancam Batal, Ini Reaksi Trump

Pertemuan dengan Kim Jong-un Terancam Batal, Ini Reaksi Trump





Konferensi tingkat tinggi (KTT) bersejarah yang akan mempertemukan Presiden Amerika Serikat (AS) dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada 12 Juni di Singapura terancam batal. Pemicunya karena AS dan Korea Selatan nekat menggelar latihan perang gabungan.

Presiden AS Donald Trump enggan berspekulasi tentang nasib KTT bersejarah yang terancam batal tersebut. Pemimpin Amerika ini bersikeras bahwa denuklirisasi Semananjung Korea harus terjadi.

Latihan perang gabungan "Max Thunder" di Korea Selatan yang melibatkan sekitar 100 pesawat telah membuat Pyongyang membatalkan KTT Dua Korea. Pyongyang merasa manuver militer gabungan itu sebagai latihan untuk menginvasi Korut.

"Kita akan lihat," kata Trump di Gedung Putih ketika ditanya tentang nasib KTT AS-Korut yang terancam batal.

"Tidak ada keputusan, kami belum diberitahu sama sekali. Kami belum melihat apa-apa, kami belum mendengar apa-apa,

Korut yang merasa ditekan AS untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea, mulai tidak nyaman. Pyongyang mengaku tidak tertarik pada KTT AS-Korut jika hanya terfokus pada program senjata nuklir Korea Utara. (PREDISKI BOLA)

"Kami tidak akan tertarik dengan pembicaraan jika (AS) hanya mencoba mendorong kami secara sepihak ke suatu sudut dan memaksa kami melucuti (senjata) nuklir," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut Kim Kye-gwan dalam sebuah pernyataan.

"Tidak dapat dihindari untuk mempertimbangkan kembali apakah akan menanggapi KTT dengan AS pada bulan depan (atau tidak)," ujar Kim.





Tuesday, May 15, 2018

PERBEDAAN BESAR ANTARA AKSI TERORISME JAMAN DULU DAN JAN NOW

PERBEDAAN BESAR ANTARA AKSI TERORISME JAMAN DULU DAN JAN NOW






Ada perbedaan besar antara aksi terorisme dulu dan sekarang. Dulu, aksi2 terorisme dilakukan dg perhitungan yg sangat matang dg bom yg memiliki daya ledak yg sangat besar, contoh Bom Bali, Kedubes Aussie, Marriot dll.

Sekarang, pola2 aksi terorisme berbeda. Beberapa kejadian seperti serangan bom panci yg gagal di bandung, serangan di thamrin, atau di kampung melayu serta penusukan polisi2 secara individu menunjukkan bahwa para pelaku lebih bermodal nekat daripada otak

Mengapa bisa berbeda? Hal ini bisa dijelaskan berdasarkan fakta bahwa pelaku2nya memang berasal dr organisasi atau ideologi yg berbeda. Dulu, para teroris merupakan bagian dari jaringan JI (Jamaah Islamiyah). Sekarang, para teroris merupakan anggota JAD (Jamaah Anshar Daulah)

JI memiliki jaringan yg sama dg Alqaidah sedangkan JAD merupakan anak cabang ISIS. kedua organisasi ini memiliki pebedaan yg sangat mendasar dalam tujuan maupun cara mewujudkan tujuan tersebut. Di timur tengah sana, Alqaidah dan ISIS saling bertempur satu sama lain

Alqaidah memiliki tujuan untuk menghancurkan dominasi Amerika yg menurut mereka sedang menjajah negeri2 muslim. Sehingga sasaran mereka lebih ditujukan kepada representasi dari Amerika dan sekutunya itu sendiri. Hal ini dpt kita lihat dr kasus bom Bali, Kedubes Aussie, & mariot



ISIS memiliki tujuan untuk mendirikan daulah (negara) dan mereka percaya bahwa satu2nya daulah yg sah di mata Allah adalah daulah mereka. Oleh karena itu, siapapun yg menolak sumpah setia kpd khalifahnya, dihukumi kafir dan sah untuk dibunuh

Karena menganggap sebagai satu2nya negara yg sah, NKRI pun dianggap sebagai penyimpangan dan harus dilenyapkan. Untuk itu, maka aparat keamanan harus dihabisi terlebih dahulu sebelum menggabungkan NKRI dlm wilayah ISIS. Hal tsbt jg berlaku untuk negara2 mayoritas muslim yg lain

Meskipun seringkali memakan korban sipil yg muslim, Alqaidah tidak pernah (secara teori) memiliki niat untuk menyasar umat muslim. Konon Amrozi cs (para pelaku bom bali 1) berpuasa selama 2 bulan berturut2 setelah mereka mengetahui bahwa ada korban muslim dlm aksi mereka

Tentu puasa 2 bulan tsbt tidak bisa membenarkan aksi mereka. Namun, dari sini kita bisa melihat perbedaan tajam antara Alqaidah dan ISIS dalam memandang sasarannya. ISIS tidak akan pernah bepuasa untuk korbannya. Karena bagi mereka "yang lain" adalah "yang sah" untuk dibunuh

Sedangkan untuk perkara bom, para anggota JI memiliki pengetahuan yg lebih memadai tentang bagaimana cara merakit/membuat bom secara lebih canggih dan lebih berbahaya. Mereka mempelajari itu semua dari camp2 yg pernah mereka datangi di Afghanistan

Tahun 80an, banyak org2 Indonesia pergi ke Afghanistan untuk berjihad melawan Soviet. Sebagai salah satu negara adidaya waktu itu, berperang melawan Soviet bukan hal yg mudah. Sangat berdarah2 dan menghabiskan biaya yg tidak sedikit

Namun hal itu justru memberikan pengalaman berharga yg membuat mereka menjadi kombatan yg tangguh dan tidak takut mati. Pengalaman berharga juga didapat dari pelatihan2 bom yg mereka jalani selama berada di sana

Orang2 indonesia ini mendapatkan pelatihan perakitan bom dr instruktur2 yg kompeten yg mewarisi ilmu perakitan bom dari para prajurit Soviet yg ditawan dan CIA (kita tahu di masa itu bahwa Soviet adalah musuh besar Amerika)

Ketika mereka pulang ke tanah air, sebagian membentuk kelompok bernama JI dan melakukan aksi teror di Indonesia. Berbekal ilmu & pengalaman dr afghan sana, mereka mampu menyerang sasaran dg bom canggih yg memakan bnyak korban jiwa. Sesuatu hal yg blum dimiliki oleh JAD

Saya pernah berbincang dg para mantan anggota JI, baik yg masih ditahan maupun sudah bebas. Bahwa mereka sering mendapatkan pesan dari anggota JAD yg bernada bujukan maupun ancaman untuk membagikan ilmu perakitan bomnya kepada anggota JAD. Tentu saja mereka menolak
Dan semoga mereka tetap menolaknya karena bisa dibayangkan betapa dahsyat kerusakan yg ditimbulkan jika org2 JAD mewarisi ilmu dari JI ini. Kini JI sendri sudah bubar dan banyak dr anggotanya yg bertobat dan ikrar sumpah setia kepada NKRI

ketika saya bertemu dg salah satu pelaku utama bom bali yg masih ditahan dan sudah bertobat, saya pernah bertanya kpd dia mengapa tdk mengajukan grasi kpd presiden? krna telah bnyak berjasa dlm membantu polisi dlm membongkar jaringan Teroris dan "men-tobatkan" anggota JI yg lain

Dia menjawabnya dengan "saya malu dan merasa tidak pantas melakukan hal itu setelah apa yg saya lakukan kpd rakyat bali dan indonesia"

Teror mako brimob dan surabaya telah menujukkan kepada kita level yg lebih sadis dan berbahaya yg bahkan berada di luar nalar para teroris lama. Ketika satu kluarga dilibatkan dlm aksi bom bunuh diri. Hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh anggota JI

Ratusan orang simpatisan ISIS telah pulang ke Indonesia. Mereka datang dg ideologi yg sangat berbahaya dan siap menjadikan indonesia sbg pusat ISIS selanjutnya. Dibutuhkan tindakan yg cepat dan efektif yg tdk hanya melibatkan pihak keamanan, namun juga pemerintah & masyarakat

PREDIKSI BOLA >>>

jangan pernah ragu untuk melakukan tindakan tegas yg dirasa perlu. Karena mereka pun tidak ragu memenggal kepala tawanannya. Jangan takut & tetap bersatu. Indonesia tdk boleh takut melawan aksi teror. Mari jadikan Indonesia menjadi kuburan terakhir teroris. Sekali & selamanya


60 Warga Palestina Dibantai, Turki Usir Dubes Israel

60 Warga Palestina Dibantai, Turki Usir Dubes Israel




Pemerintah Turki mengusir Duta Besar Israel untuk Ankara, Eitan Naeh, setelah pasukan Israel menewaskan 60 warga Palestina dalam demo di Gaza. Pemerintah Palestina menyebut kematian 60 warga dalam demo menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem tersebut sebagai pembantaian.

Turki telah menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap tindakan pasukan negara Yahudi tersebut terhadap demonstran di Gaza. Ankara telah memanggil pulang duta besarnya dari Tel Aviv dan Washington dan menyerukan pertemuan darurat negara-negara Islam pada hari Jumat mendatang.

PREDIKSI BOLA >>

Presiden Tayyip Erdogan menggambarkan pertumpahan darah pada hari Senin hingga Selasa di perbatasan Gaza merupakan tragedi paling mematikan bagi warga Palestina sejak konflik Gaza 2014.
Menurut Erdogan tindakan pasukan Israel sudah masuk kategori genosida. Dia bahkan menyebut Israel sebagai negara teroris dan menyatakan bahwa pemerintah Turki berkabung tiga hari.

"Duta Besar Israel diberitahu bahwa duta kami untuk Israel dipanggil pulang untuk konsultasi, dan dia diberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya untuk beberapa waktu," kata seorang sumber Kementerian Luar Negeri Turki, yang dikutip Reuters, Selasa (15/5/2018) malam.

"Darah orang-orang Palestina yang tidak bersalah ada di tangan Amerika Serikat," katanya. "Amerika Serikat adalah bagian dari masalah, bukan solusi."

Hubungan antara Ankara dan Washington telah memanas meski merupakan sekutu di keanggotaan NATO. Operasi militer Tukri terhadap pasukan Kurdi di Suriah menjadi salah satu pemicu ketegangan. Selain itu, kasus pengadilan terhadap warga negara Turki dan AS di masing-masing negara juga menambah masalah di antara kedua negara.

Di Istanbul dan Ankara, massa Turki berdemonstrasi menentang Israel atas tragedi di Gaza. Erdogan, yang berkampanye untuk pemilihan presiden dan parlemen bulan depan, mengatakan unjuk rasa akan diadakan pada hari Jumat untuk memprotes pembunuhan massal tersebut.

Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdah kepada parlemen setempat juga mengonfirmasi bahwa unjuk rasa akan digelar di Istanbul."Sekali lagi menunjukkan bahwa orang-orang Turki tidak akan tinggal diam dalam menghadapi ketidakadilan dan kekejaman, bahwa mereka membela para korban di depan mata, yang kejam," ujarnya.

Sedangkan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyerukan negara-negara Muslim untuk meninjau ulang hubungan mereka dengan Israel setelah kekerasan di perbatasan Gaza hari Senin.


Bagaimana para perempuan menjadi pelaku teror dan membawa anak?

Bagaimana para perempuan menjadi pelaku teror dan membawa anak?





Serangan bom bunuh diri di Surabaya oleh keluarga: ayah, ibu, dan melibatkan anak-anak di bawah umur, menunjukkan perubahan besar dalam peta aksi teror. Kini perempuan menjadi pelaku aktif dan sangat mungkin memanipulasi anak untuk menjadi pelaku, tulis Lies Marcoes.

"Saya yang menguatkan suami untuk berjihad dengan ikut ISIS di Syiria. Saya bilang 'jangan takut soal Umi dan anak-anak, rezeki Allah yang atur'. Saya bilang ke suami 'Izinkan Umi dan anak-anak mencium bau surga melalui Abi, semoga Abi selamat. Tapi kalau tidak, saya ikhlas, saya bersyukur karena dengan suami menjadi syahid, saya dan anak-anak akan terbawa ke surga".

Ditemui peneliti Center for the Middle East and Global Peace Studies UIN Jakarta, dalam suatu rapat akbar organisasi di Jakarta Barat dua tahun lalu, perempuan separuh baya ini dengan sangat tenang menjelaskan cara berpikirnya tentang jihad dan pengorbanan perempuan.

Menurutnya lelaki kadang-kadang "kurang kuat iman" untuk ikut berjuang karena memikirkan urusan dunia. Urusan dunia dimaksud adalah perasaan berat meninggalkan istri dan anak-anak sementara ia mati sendirian di medan perang.

Dalam testimoni di atas, perempuan meletakkan dirinya sebagai pihak pendukung. Tentu saja peran itu penting tetapi mereka sendiri belum atau tidak terlibat langsung dalam aksi kekerasan.

Belakangan, seperti dalam kasus calon bom panci yang melibatkan perempuan Dian Yulia Novi, orang mulai menimbang peran perempuan dalam gerakan radikal teroris. Namun berbeda dengan yang baru saja terjadi di Surabaya (14/5 dan 15/5). (PREDIKSIDEWA)

Monday, May 14, 2018

Terorisme dan Kegagalan Cinta

Terorisme dan Kegagalan Cinta



Fenomena terorisme lahir dari kebencian dan dendam. Begitulah pandangan umum. Namun pandangan itu masih satu sisi. Kebencian dan dendam adalah konsekuensi dari cinta yang gagal. Dalam arti ini terorisme adalah simbol dari cinta yang gagal.

Cinta memerlukan kesadaran. Tanpa kesadaran cinta akan bermuara pada kebencian. Terorisme adalah bukti akan hal ini. Kesadaran dapat dibentuk melalui keraguan akan posisi diri, serta kemampuan menerima ironi dan paradoks sebagai fakta kehidupan.

Kegagalan Cinta

Terorisme modern diawali dengan cinta yang meluap akan Tuhan. Tuhan mengajarkan nilai-nilai kehidupan, dan orang mematuhi serta menerapkannya dalam kehidupan. Keteguhan hati pada prinsip-prinsip hidup mewarnai tindakan. Cinta yang meluap dan hidup penuh penghayatan menjadi kenyataan eksistensial yang bermakna.

Kita dapat menemukan banyak orang semacam ini di Indonesia, yakni orang-orang kecil dengan semangat besar untuk hidup sesuai dengan ajaran Tuhan, seperti tertera pada agama yang dihayatinya. Mereka menjalani hari-hari dengan penghayatan diri yang asli, tanpa kepura-puraan. Hidup mereka bermakna.

Cinta akan Tuhan juga memiliki batasnya. Itulah kelemahan manusia. Ia selalu terbatas bahkan untuk melakukan hal-hal luhur di hadapan ‘yang tak terbatas’, yakni Tuhan sendiri. 

Cinta yang lelah adalah cinta yang gagal. Cinta yang gagal akan bermuara pada kebencian. Itulah yang kiranya terjadi pada orang-orang yang menghayati nilai-nilai agamanya secara mendalam. Mereka hidup sesuai dengan nilai, namun mereka menyaksikan tiap hari, betapa mereka sendirian dan kesepian. Hidup mereka tetap sulit. Para pimpinan yang mereka agungkan tidak mencerminkan nilai-nilai kehidupan luhur yang mereka hayati.

Kita juga banyak menemukan fenomena semacam ini di Indonesia. Banyak orang hidup dengan nilai. Namun mereka kecewa melihat keadaan. Orang-orang sekitarnya hidup dengan kemunafikan dan penipuan. Akhirnya mereka pun lelah. Cinta pun menjadi lelah. Cinta akan nilai dan Tuhan berubah menjadi kebencian atas manusia, yakni manusia manusia munafik yang hidup dalam topeng kehormatan.

Kelelahan cinta akan menjadi kegagalan cinta. Kegagalan cinta adalah kebencian itu sendiri. Cinta yang gagal akan memukul rata semua orang sebagai musuh. Cinta yang gagal adalah cinta yang menyeragamkan. Cinta yang gagal membunuh akal sehat. Cinta yang gagal akan memiliki daya untuk menghancurkan, dan inilah sumber energi bagi terorisme.

Di Indonesia para teroris adalah orang-orang yang kecewa. Mereka mencintai hidup, nilai, dan Tuhan, namun lelah melihat keadaan yang menyakitkan. Cinta mereka gagal dan berubah menjadi dendam. Dendam dan kebencian itu menyeragamkan, sekaligus menyingkirkan perbedaan-perbedaan kecil yang membuat setiap orang itu unik dan berarti.

Cinta dan Kesadaran

Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Aristoteles sudah berpendapat, bahwa keutamaan terletak di tengah. Segala yang ekstrem selalu berakhir pada kejahatan. Ungkapan ini mengandung kebijaksanaan yang besar. Cinta yang ekstrem akan bermuara pada kebencian itu sendiri. Itulah yang dengan mudah kita temukan pada jiwa para teroris.

Maka cinta haruslah disertai kesadaran. Cinta tidak boleh menjadi berlebihan, karena, seperti yang dikatakan Aristoteles, apapun yang berlebihan selalu menjadi rahim bagi “si jahat”. Cinta yang berlebihan pada hakekatnya bukanlah cinta, melainkan potensi bagi kebencian, kejahatan, dan dendam itu sendiri.

Bumbu ironi juga diperlukan di dalam cinta, supaya ia tidak melewati batas kewajaran. Ironi adalah semacam rasa untuk menerima ketidakwajaran di dalam hidup sebagai sesuatu yang ada, dan tidak bisa ditolak, seberapapun kita berusaha menolaknya. Rasa ironi memberi peluang untuk paradoks, yakni kemampuan untuk menerima tumpang tindih hal-hal yang berlawanan sebagai fakta kehidupan. Dengan ironi dan paradoks, orang bisa menyentuh kebijaksanaan didalam hidupnya, sekaligus menjauhkan diri dari bahan bakar terorisme, yakni dendam dan kebencian.

Yang kita butuhkan di dalam mencintai adalah sedikit keraguan. Keraguan membuat kita tidak bisa penuh. Keraguan menjauhkan kita dari sikap ekstrem. Hidup dengan prinsip tanpa disertai sedikit keraguan membuat kita tak ubahnya seperti robot-robot ideologis yang bermental fundamentalis. Tanpa keraguan cinta akan lelah, gagal, dan berubah menjadi kebencian. Inilah mekanisme jiwa para teroris. Pola inilah yang pelan-pelan harus kita sadari dan hindari.

Cinta yang sejati selalu memberi ruang untuk kebencian, supaya ia tidak jatuh berubah menjadi kebencian murni itu sendiri. Inilah salah satu paradoks dan ironi kehidupan yang masih jauh dari pemahaman kita sebagai bangsa yang mengaku bermoral dan beragama, tetapi tidak pernah berani menyentuh keraguan sebagai obat untuk tetap waras. Akibatnya kita merasa bermoral sekaligus membenci dalam waktu yang sama.*** KASKUS 


#menyikapi dan berduka atas fenomena bom/terorisme di Indonesia hari-hari ini.

Manajer Sebut Johann Zarco Siap Jadi Penerus Valentino Rossi

Manajer Sebut Johann Zarco Siap Jadi Penerus Valentino Rossi


Manajer Sebut Johann Zarco Siap Jadi Penerus Valentino Rossi


Pembalap Prancis, Johann Zarco menolak bergabung dengan Repsol Honda dan memilih memperkuat tim baru KTM musim depan. Manajer Zarco membeberkan harapan sang pembalap.
Manajer Zarco, Laurent Fellon mengatakan pembalapnya tidak ingin bergabung dengan Honda karena berhasrat menjadi penerus Rossi di tim Yamaha. Dia, kata Fellon, ingin sekali memenangkan gelar bersama motor YZR M1.

Namun, Zarco belum bisa menjadi pembalap utama di tim Yamaha. Pasalnya, ada sosok Valentino Rossi yang ikonik dan tak kunjung memutuskan pensiun. Sampai saat itu tiba, Zarco akan menunggu di KTM.

"(Jika Zarco menjadi juara dunia) semua orang akan membuka mata mereka, tetapi Vale sangat cerdas. Dia punya akademi dengan pembalap muda. Dalam 2 tahun Anda mungkin berpikir akan ada siapa lagi di motornya? Akan ada waktu bagi pembalap Italia berikutnya," kata Fellon, dikutip KASKUS